Infrastruktur dan Penerangan Buruk, Warga Tenggarong Suarakan Aspirasi ke Abdul Rasid

Keterangan foto: Operasi penyisiran kopi pangku. (Dok. Darni / Realnewsid.com)

KALTIM – Realnewsid.com:Kebutuhan dasar seperti infrastruktur dan penerangan jalan kembali menjadi sorotan utama warga Kecamatan Tenggarong saat mengikuti agenda reses Wakil Ketua I DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Abdul Rasid. Dalam reses yang digelar di tiga titik, termasuk Kelurahan Mangkurawang dan Bendang Raya, masyarakat menumpahkan berbagai keluhan yang dinilai sudah berlangsung lama namun belum tertangani optimal.

Kondisi jalan lingkungan, saluran drainase, hingga akses pendukung aktivitas harian dinilai masih belum memadai. Sejumlah warga menyampaikan bahwa beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup mengganggu mobilitas mereka, mulai dari perjalanan kerja, sekolah, hingga kegiatan usaha mikro. Masalah-masalah ini terus berulang, sehingga dorongan agar segera ditangani semakin menguat.

Bacaan Lainnya

Rasid membenarkan bahwa mayoritas aspirasi yang diterimanya masih berputar pada fasilitas dasar. “Intinya yang banyak disampaikan warga itu berkaitan dengan infrastruktur,” ujarnya saat dihubungi realnewsid.com, Jumat (14/11/2205).

Selain infrastruktur fisik, isu minimnya penerangan jalan juga menjadi salah satu keluhan paling dominan. Warga menilai banyak titik yang masih gelap, terutama di kawasan Gunung Uang hingga jalur dua. Kondisi tersebut dinilai rawan kecelakaan, menurunkan kenyamanan berkendara, serta berdampak pada keamanan lingkungan. Banyak warga mengaku enggan beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

“Masyarakat banyak minta bagaimana lampu jalan itu bisa terpenuhi sampai jalur dua,” jelas Rasid.

Namun, menurut legislator dari Golkar ini, kebutuhan penerangan tidak dapat dilepaskan dari persoalan pasokan listrik. Warga berharap bukan hanya penambahan lampu jalan, tetapi juga peningkatan kualitas listrik rumah tangga yang lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan harian.

“Kulkas sampai kebutuhan listrik yang lain, semua itu kan bergantung listrik. Jadi bukan cuma lampu saja,” ungkapnya.

Permintaan serupa juga datang dari warga Bendang Raya, yang mengharapkan tambahan titik lampu termasuk lampu sunset. Namun, Rasid menilai bahwa yang lebih mendesak ialah memastikan pasokan listrik yang andal agar fasilitas yang ada dapat benar-benar dimanfaatkan. “Bukan hal itu yang terpenting. Bagaimana listriknya ini bisa benar-benar dimanfaatkan,” tambahnya.

Menurut Rasid, rangkaian keluhan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan dasar masih perlu diperkuat secara serius. Infrastruktur dan listrik yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan geliat ekonomi masyarakat, terutama bagi usaha kecil rumahan yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan energi.

Ia memastikan bahwa seluruh aspirasi telah dicatat dan akan dibawa ke pembahasan bersama perangkat daerah terkait. Program mana yang lebih mendesak, menurutnya, akan menjadi prioritas dalam penyusunan agenda pembangunan.

“Usulan-usulan masyarakat ini tetap kita tampung. Nanti kita lihat prioritasnya, karena memang banyak yang dibutuhkan warga,” tegasnya.

Rasid menambahkan, ia berharap kebutuhan dasar seperti infrastruktur dan peningkatan listrik dapat segera masuk dalam siklus pembangunan berikutnya sehingga warga bisa merasakan dampak nyata dari kebijakan daerah. “Kita ingin masyarakat dapat manfaat langsung. Jadi apa yang mendesak, itu yang akan kita dorong,” tutupnya.

Penulis: Kristian | Penyunting: Rawitasari – RealNewsID.com

banner 300x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *