KALTIM – Realnewsid.com – Penyelidikan dugaan seorang ibu yang menjual anak kandungnya kembali menjadi sorotan publik. Meski sempat mencuat beberapa bulan lalu, proses hukum atas laporan tersebut hingga kini masih terus bergulir di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda.
Kasus yang menyeret seorang ibu dan dugaan eksploitasi terhadap anak berusia 10 tahun itu sebelumnya menimbulkan keprihatinan mendalam. Anak tersebut diduga “ditawarkan” kepada sejumlah pria, bahkan kabarnya sempat melibatkan seorang lanjut usia yang diduga kuat merupakan predator seksual. Namun, hingga hari ini, polisi belum menemukan bukti kuat yang bisa menjerat sang ibu dalam kasus perdagangan anak.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan bahwa tidak adanya saksi kunci menjadi hambatan utama penyidik. “Kendalanya tidak ada saksi yang bisa menjelaskan bahwa ibu ini melakukan proses menjual anak. Misalnya pria yang menggunakan jasa korban atau bukti percakapan terkait transaksi tersebut,” ujarnya.
Meski begitu, Hendri memastikan penyelidikan tidak dihentikan. Aparat tetap melakukan pendalaman fakta serta memastikan keselamatan anak dan pengawasan terhadap ibu tersebut. Untuk sementara, sang ibu ditempatkan di rumah aman guna memudahkan pemantauan selama proses penyidikan berlangsung. “Karena itu, sementara ibu korban ditempatkan di rumah aman, karena masih dalam pengawasan kami,” tegasnya.
Di sisi lain, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa polisi telah menetapkan ayah tiri korban sebagai tersangka. Ia diduga melakukan tindak pencabulan dan kini resmi ditahan. “Kasus ini masih proses penyidikan. Sementara yang ditetapkan tersangka adalah ayah tirinya,” jelas Kapolresta.
Penyidik PPA Polresta Samarinda masih terus mengumpulkan tambahan keterangan untuk memastikan ada tidaknya unsur perdagangan anak dalam kasus ini. Aparat berharap, seiring berjalannya waktu, saksi maupun bukti pendukung dapat ditemukan agar peristiwa ini bisa terungkap secara menyeluruh.
Penulis: Darni | Penyunting: Rawitasari | RealNewsID.com












